Category: Kegiatan
Desain Dan Pengelolaan Di Kelas Inklusi
Dengan keunikan dan keberagaman ABK tidak menghalangi mereka untuk mendapat akses pendidikan yang bermutu. Hal tersebut dapat diperoleh melalui pendidikan inklusi dengan pendidik dan tenaga kependidikan sekolah yang memahami dan memiliki ketrampilan dalam pendidikan inklusi serta berkomitmen dalam memberikan pelayanan pendidikan bermutu bagi ABK.Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Sehingga strategi pembelajaran mengacu kepada pengertian sebagai seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
Dan tak lupa menghaturkan terimakasih juga kepada narasumber Ibu Fitrania Maghfiroh, M.Psi., Psikolog atas berkenannya membagikan ilmunya yang bertema Desain Dan Pengelolaan Di Kelas Inklusi pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023.
Webinar Positive Coaching
Positive Coaching merupakan pendekatan coaching berstandar ICF yang berbasis pada human strengths untuk mencapai prestasi dan mengatasi masalah.
Mindset (strengths, growth, fix, deficit mindset), positive emotion, mindfullnes, positivity untuk proses awareness dan change dalam coaching yang digunakan dalam membangun kemitraan, positive communication, dan proses memfasilitasi pencapaian hasil dari coaching.
Dan tak lupa menghaturkan terimakasih juga kepada narasumber Ibu Dr. Nurlaila Efendy, M.Si atas berkenannya membagikan ilmunya yang bertema Positive Coaching pada hari Sabtu, 30 September 2023.
Terimakasih atas kerjasamanya antara CHARACTER dan AP2I Wilayah Jawa Timur.
Kami juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada peserta yang tetap semangat dan antusias hingga selesai acara…. sampai ketemu acara selanjutnya secara offline…..
Menghadapi Perkembangan dan Emosi Remaja
Memahami perkembangan emosi remaja harus dimulai dari definisi dasarnya. Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Kata remaja, menurut Santrock (2012) berasal dari kata latin adolescence yang berarti individu telah tumbuh dan berkembang menjadi remaja. Berbagai pendapat membahas tentang batasan usia remaja. Steinberg (2002) membaginya dalam tiga kategori yaitu remaja awal (11-14 tahun), remaja madya (15-18 tahun) dan remaja akhir (18-21 tahun).
Emosi yang menggebu-gebu ini adakalanya menyulitkan, baik bagi si remaja maupun bagi orangtua/ orang dewasa di sekitarnya. Namun emosi yang menggebu-gebu ini juga bermanfaat bagi remaja dalam upayanya menemukan identitas diri. Reaksi orang-orang di sekitarnya akan menjadi pengalaman belajar bagi si remaja untuk menentukan tindakan apa yang kelak akan dilakukannya. Menurut Hude (2006) “bahwa emosi adalah suatu gejala psikologis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap dan tingkah laku, serta dalam bentuk ekspresi tertentu”.
Perubahan emosional pada remaja merupakan bagian dari perjalanan anak menuju kedewasaan. Orang tua tentu memiliki peran besar dalam membantu anak mengembangkan emosinya. Hubungan yang kuat dengan keluarga dan teman sangat penting untuk perkembangan emosional anak.
Dan tak lupa menghaturkan terimakasih juga kepada narasumber Ibu Dr. IGAA Noviekayati, M.Si, Psikolog atas berkenannya membagikan ilmunya yang bertema Menghadapi Perkembangan dan Emosi Remaja pada hari Sabtu, 23 September 2023.
Webinar : Mengatasi Kecemasan & Stress
(Deal With Pressure at Work)
Gangguan kecemasan di tempat kerja masih menjadi masalah yang menarik perhatian, karena angka penderitanya terus meningkat. Dalam laporan tahunan Health and Safety Executive (HSE) 2021, ada sekitar 822 ribu pekerja di Inggris yang menderita stres, depresi, atau kecemasan terkait pekerjaan mereka.
Gangguan kecemasan sendiri adalah perasaan tidak nyaman (seperti rasa khawatir dan takut) yang timbul secara sering dan berlebihan, sebagaimana dilansir dari National Health Service (NHS) United Kingdom. Perasaan cemas juga sebenarnya wajar, karena setiap orang memiliki dan merasakan hal tersebut di beberapa titik dalam hidup mereka.
Namun, jika perasaan cemas sering terjadi secara berlebihan, khususnya saat bekerja, kamu perlu mencari cara untuk mengatasinya agar tidak mengganggu produktivitas kerja dan kehidupan sehari-hari. Pasalnya, perasaan cemas yang terjadi secara konstan sering kali dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari kamu, dengan atau bahkan tanpa kamu sadari.
Memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada PT. Wook Global Technologi atas kerjasamanya dengan CHARACTER dalam sharing session bertema :
Mengatasi Kecemasan & Stress (Deal With Pressure at Work) pada hari Sabtu, 9 September 2023. Dan tak lupa menghaturkan terimakasih juga kepada narasumber Ibu Yuli Handayani, M.Psi, Psikolog atas berkenannya membagikan ilmunya dalam kegiatan ini.
Ke depan, apa yang menjadi harapan bagi kita semua khususnya terkait problem kesehatan mental dapat kita temukan solusinya. Berpikir positif, mendapatkan kesejahteraan psikologis, kompetensi, ketahanan manusia, serta menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas kerja perusahaan dapat tercapai sesuai apa yang diharapkan.
Webinar : Overthinking
(Pengaruh Pikiran Terhadap Kesehatan & Bagaimana Pencegahan Serta Penanganannya)
Memikirkan suatu hal secara berlebihan dan terus menerus atau disebut overthinking, tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Lebih jauh, selain mental, tak dipungkiri lambat laun juga bisa mengganggu kesehatan fisik.
Overthinking kerap kali muncul karena seseorang terus mengingat dan memikirkan hal-hal tertentu yang lahir dari berbagai keadaan. Ia bisa jadi muncul dari kenangan pilu di masa silam, kesalahan yang kita sesali hingga bayang-bayang kegagalan yang berisiko terjadi.
Dan yang pasti, Overthinking cenderung akan memicu masalah yang kemudian dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Demikian juga dalam hal pekerjaan, overthinking atau pikiran yang berlebih akan mengganggu, khususnya dalam kinerja karyawan.
Overthinking dalam dunia kerja akan berdampak, diantaranya adalah menurunkan performa kerja, menurunkan kecepatan bekerja, kurang semangat dalam bekerja, sulit dalam mengambil keputusan, memiliki emosi yang kurang stabil, mempengaruhi kesehatan fisik, dimana semua hal ini mempengaruhi produktivitas kerja di sebuah perusahaan.
Tentunya hal ini tidak ingin terjadi bukan, selain dapat merugikan diri sendiri juga akan berdampak luas pada perusahaan.
Memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada PT. Wook Global Technologi atas kerjasamanya dengan CHARACTER dalam sharing session bertema :
OVERTHINKING (Pengaruh Pikiran Terhadap Kesehatan & Bagaimana Pencegahan Serta Penangganannya) pada hari Sabtu, 2 September 2023. Dan tak lupa menghaturkan terimakasih juga kepada kedua narasumber Ibu dr. Emy Puspitasari dan Ibu Dr. IGAA Noviekayati, M.Si, Psikolog atas berkenannya membagikan ilmunya dalam kegiatan ini.
Ke depan, apa yang menjadi harapan bagi kita semua khususnya terkait problem kesehatan mental dapat kita temukan solusinya. Berpikir positif, mendapatkan kesejahteraan psikologis, kompetensi, ketahanan manusia, serta menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang mendukung produktivitas kerja perusahaan dapat tercapai sesuai apa yang diharapkan.
Webinar : Mengelola Pikiran & Emosi
Emosi Positif Untuk Melejitkan Resiliensi (Daya Tahan / Ketangguhan)
- Mengelola Pikiran & Emosi – Emosi Positif Untuk Melejitkan Resiliensi (Daya Tahan / Ketangguhan) yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2023 jam 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB bersama narasumber DR. Wiwin Hendriani, S.Psi., M.Si.
Online Training Profil Kepribadian Dari WARTEG TEST – Batch 3
Psikolog dan Ilmuwan Psikologi yang berlaku saat ini (Kode Etik Psikologi Indonesia, 2010, Bab 1 Pasal 1) menyebutkan bahwa PSIKOLOG adalah lulusan pendidikan profesi yang berkaitan dengan praktik psikologi dengan latar belakang pendidikan Sarjana Psikologi lulusan program pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) sistem kurikukum lama atau yang mengikuti pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) dan lulus dari pendidikan profesi psikologi atau strata 2 (S2) Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Psikolog memiliki kewenangan untuk memberikan layanan psikologi yang meliputi bidang-bidang praktik klinis dan konseling; penelitian; pengajaran; supervisi dalam pelatihan, layanan masyarakat, pengembangan kebijakan; intervensi sosial dan klinis; pengembangan instrumen asesmen psikologi; penyelenggaraan asesmen; konseling; konsultasi organisasi; aktifitas-aktifitas dalam bidang forensik; perancangan dan evaluasi program; serta administrasi. Psikolog DIWAJIBKAN MEMILIKI IZIN PRAKTIK PSIKOLOGI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan ILMUWAN PSIKOLOGI adalah ahli dalam bidang ilmu psikologi dengan latar belakang pendidikan strata 1 dan/atau strata 2 dan/atau strata 3 dalam bidang psikologi. Ilmuwan psikologi memiliki kewenangan untuk memberikan layanan psikologi yang meliputi bidang-bidang penelitian; pengajaran; supervisi dalam pelatihan; layanan masyarakat; pengembangan kebijakan; intervensi sosial; pengembangan instrumen asesmen psikologi; pengadministrasian asesmen; konseling sederhana; konsultasi organisasi; perancangan dan evaluasi program. Ilmuwan Psikologi dibedakan dalam kelompok ilmu murni (sains) dan terapan.
Dewasa ini, keunggulan sumber daya manusia menjadi fokus perhatian agar memiliki daya saing dan
daya sanding yang kompetitif dan komperatif. Hal ini menuntut peningkatan kompetensi sumber daya
manusia, termasuk profesi psikologi. Apalagi Psikologi memiliki peran penting dalam meningkatkan
kompetenasi sumber daya manusia (SDM) terutama masyarakat di era milenial saat ini, dimana
informasi berubah sangat cepat karena perkembangan teknologi. Psikolog semakin berkiprah dalam
berbagai bidang dan kerap menjadi narasumber untuk berbagai peristiwa, baik untuk konsumsi publik
maupun terbatas kalangam tertentu bahkan juga sudah semakin menjadi rujukan masyarakat. Jadi saat
ini adalah masa yang bisa disebut sebagai abad psikologi. Oleh karena itu, selain sebagai tuntutan
profesi, sangatlah penting untuk mengakomodir program kegiatan untuk peningkatan dan
pengembangan profesi psikolog, baik melalui kegiatan seminar/talkshow, training/workshop,
diskusi/sharing, dll. Dimana hal ini, diharapkan sebagai wadah kegiatan pembelajaran yang berorientasi
pada peningkatan keilmuan, pengetahuan dan keterampilan serta mendukung program pengembangan
keprofesian khususnya bagi profesi psikologi.
Oleh karena itu, sejak lalu dan sejak tahun 2022 sampai saat ini CHARACTER semakin berfokus menyelenggarakan training peningkatan keilmuan, pengetahuan dan keterampilan serta mendukung program pengembangan
keprofesian khususnya bagi profesi psikologi, Diantaranya adalah :
- Online Training Profil Kepribadian Dari WARTEG TEST – Batch 3 yang diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 06 Agustus 2023 jam 09.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB bersama narasumber DR. Rismiyati E. Koesma, Psikolog.
Online Training Strategi Menarik Kesimpulan Kepribadian Melalui Tes Proyektif – Batch 3
Psikolog dan Ilmuwan Psikologi yang berlaku saat ini (Kode Etik Psikologi Indonesia, 2010, Bab 1 Pasal 1) menyebutkan bahwa PSIKOLOG adalah lulusan pendidikan profesi yang berkaitan dengan praktik psikologi dengan latar belakang pendidikan Sarjana Psikologi lulusan program pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) sistem kurikukum lama atau yang mengikuti pendidikan tinggi psikologi strata 1 (S1) dan lulus dari pendidikan profesi psikologi atau strata 2 (S2) Pendidikan Magister Psikologi (Profesi Psikolog). Psikolog memiliki kewenangan untuk memberikan layanan psikologi yang meliputi bidang-bidang praktik klinis dan konseling; penelitian; pengajaran; supervisi dalam pelatihan, layanan masyarakat, pengembangan kebijakan; intervensi sosial dan klinis; pengembangan instrumen asesmen psikologi; penyelenggaraan asesmen; konseling; konsultasi organisasi; aktifitas-aktifitas dalam bidang forensik; perancangan dan evaluasi program; serta administrasi. Psikolog DIWAJIBKAN MEMILIKI IZIN PRAKTIK PSIKOLOGI sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sedangkan ILMUWAN PSIKOLOGI adalah ahli dalam bidang ilmu psikologi dengan latar belakang pendidikan strata 1 dan/atau strata 2 dan/atau strata 3 dalam bidang psikologi. Ilmuwan psikologi memiliki kewenangan untuk memberikan layanan psikologi yang meliputi bidang-bidang penelitian; pengajaran; supervisi dalam pelatihan; layanan masyarakat; pengembangan kebijakan; intervensi sosial; pengembangan instrumen asesmen psikologi; pengadministrasian asesmen; konseling sederhana; konsultasi organisasi; perancangan dan evaluasi program. Ilmuwan Psikologi dibedakan dalam kelompok ilmu murni (sains) dan terapan.
Dewasa ini, keunggulan sumber daya manusia menjadi fokus perhatian agar memiliki daya saing dan
daya sanding yang kompetitif dan komperatif. Hal ini menuntut peningkatan kompetensi sumber daya
manusia, termasuk profesi psikologi. Apalagi Psikologi memiliki peran penting dalam meningkatkan
kompetenasi sumber daya manusia (SDM) terutama masyarakat di era milenial saat ini, dimana
informasi berubah sangat cepat karena perkembangan teknologi. Psikolog semakin berkiprah dalam
berbagai bidang dan kerap menjadi narasumber untuk berbagai peristiwa, baik untuk konsumsi publik
maupun terbatas kalangam tertentu bahkan juga sudah semakin menjadi rujukan masyarakat. Jadi saat
ini adalah masa yang bisa disebut sebagai abad psikologi. Oleh karena itu, selain sebagai tuntutan
profesi, sangatlah penting untuk mengakomodir program kegiatan untuk peningkatan dan
pengembangan profesi psikolog, baik melalui kegiatan seminar/talkshow, training/workshop,
diskusi/sharing, dll. Dimana hal ini, diharapkan sebagai wadah kegiatan pembelajaran yang berorientasi
pada peningkatan keilmuan, pengetahuan dan keterampilan serta mendukung program pengembangan
keprofesian khususnya bagi profesi psikologi.
Oleh karena itu, sejak lalu dan sejak tahun 2022 sampai saat ini CHARACTER semakin berfokus menyelenggarakan training peningkatan keilmuan, pengetahuan dan keterampilan serta mendukung program pengembangan
keprofesian khususnya bagi profesi psikologi, Diantaranya adalah :
- Online Training Strategi Menarik Kesimpulan Kepribadian Melalui Tes Proyektif – Batch 3 yang diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 05 Agustus 2023 jam 08.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB bersama narasumber DR. Rismiyati E. Koesma, Psikolog.
Online Training Behavioral Disorder In Children
- Online Training Behavioral Disorder In Children yang diselenggarakan pada hari Minggu tanggal 23 Juli 2023 jam 13.00 WIB sampai dengan 16.00 WIB bersama narasumber DR. Netty Herawati, Psikolog.




























































































